DISINIAJA.CO – Musisi sekaligus anggota DPR RI Komisi X, Melly Goeslaw, ikut menanggapi polemik yang menimpa duo punk asal Purbalingga, Sukatani Band.
Sukatani Band mendapat tekanan usai lagu mereka, Bayar, Bayar, Bayar, dianggap menyinggung institusi Polri, yang berujung pada pemblokiran di berbagai platform musik digital.
Tak hanya itu, Sukatani band yang beranggota Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy (gitaris) dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel (vokalis), juga dipaksa melepas identitas anonim mereka. Padahal, penggunaan topeng balaclava telah menjadi ciri khas Sukatani dalam berekspresi di atas panggung.
Melly Goeslaw: Kebebasan Berkarya Harus Sejalan dengan Hukum
Dalam unggahan Instagram-nya, Melly menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dalam seni, namun tetap dalam batas regulasi yang berlaku di Indonesia. Ia mengingatkan musisi agar memahami aturan seperti UU Hak Cipta Pasal 50 dan UU ITE Pasal 27 dan 28 agar karya mereka tidak memicu polemik hukum.
“Seniman yang cerdas pasti tahu bagaimana caranya menyelipkan pesan dalam sebuah karya dengan cantik, namun tetap sampai maksudnya,” tulis Melly di akun @melly_goeslow.
Ia juga menilai bahwa meski lagu Sukatani sempat menimbulkan gesekan, komunikasi antara band dan institusi terkait akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.
Vokalis Sukatani Diberhentikan sebagai Guru, Melly Ikut Bersuara
Selain kontroversi lagunya, Novi Citra Indriyati juga menghadapi masalah lain. Ia diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru di SDIT Mutiara Hati, Banjarnegara, Jawa Tengah, setelah videonya bersama Sukatani viral.
Data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud menunjukkan status Novi mendadak berubah menjadi Tidak Aktif setelah sekolah melakukan sinkronisasi data terakhir pada 13 Februari 2025.
Melly berspekulasi bahwa pemecatan ini bukan hanya soal kontroversi lagu, melainkan juga terkait kebijakan internal sekolah yang berlandaskan syariat Islam.
“Setahu saya, sekolah tersebut punya aturan sendiri. Kemungkinan, Bu Novi diberhentikan karena dianggap melanggar kode etik sekolah,” ujar Melly.
Meski demikian, ia berharap Novi bisa kembali mengajar, baik di sekolah lamanya maupun di tempat lain, mengingat kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia masih sangat tinggi.
Sebagai penutup, Melly memberikan apresiasi kepada Sukatani Band dan berharap band punk ini tetap produktif dalam berkarya.
“Saya mengapresiasi karya-karya kalian. Teruslah berkarya @sukatani_band!” tutup Melly.